Kamis, 01 Desember 2016 18:31 WIB 0 Komentar 175 Dilihat
5 Langkah Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi Dengan Kebutuhan Industri

5 Langkah Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi Dengan Kebutuhan Industri

Jakarta – Kesesuaian antara pendidikan dan pelatihan vokasi dengan perkembangan dunia industri sangat penting untuk mendorong pertumbuhan produktivitas nasional. Dengan adanya keseuaian tersebut, output dari lembaga pendidikan dan pelatihan akan mampu memenuhi kebutuhan dunia industri akan tenaga kerja kompeten.

Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) bersama sejumlah kementerian/lembaga terus bekerjasama dan berkoordinasi untuk mewujudkan link and match antara output pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia industri tersebut.

“Oleh karena itulah saat ini kita sedang bersama-sama kementerian terkait, ini bagaimana pendidikan dan pelatihan vokasi benar-benar dilakukan secara konsisten,” ujar Dirjen Binalattas Kemnaker Khairul Anwar dalam acara RAPIMNAS Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Tahun 2016 di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Dalam rangka mensinkronkan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri, Khairul memaparkan 5 langkah yang dilakukan Kemnaker untuk mendorong tujuan tersebut.

Pertama, membangun sistem informasi pasar kerja. Sistem yang dibangun secara online ditujukan untuk mensinkronkan data kebutuhan dunia industri akan tenaga kerja kompetitif dengan ketersediaan tenaga kerja.

“Ini beberapa tahun terakhir juga telah dibuatkan suatu regulasi yang mengatur wajib lapor kebutuhan tenaga kerja oleh perusahaan secara periodik,” ungkap Dirjen Khairul.

Kedua, standar kompetensi. Sebagai sebuah fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah terus mengoptimalkan penyususnan standar kompetensi dengan melibatkan dunia usaha dan industri.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Khairul mencontohkan penyusunan standar kompetensi di Jerman. Dimana The Association of German Chambers of Commerce and Industry (Deutscher Industrie- und Handelskammertag/DIHK) turut serta dalam penyusunan standar kompetensi, menetapkan kualifikasi, menjamin kredibilitas lembaga pelatihan, hingga sertifikasi di negara tersebut.

Oleh karenanya, saat ini pemerintah juga tengah membuat Komite Vokasi yang mana akan memerankan beberapa peran dan fungsi yang telah dilakukan oleh DIHK tersebut.

“Oleh karena itu, kedepan kita ingin secara bertahap dilakukan kordinasi yang baik, sehingga peranan KADIN semakin besar di dalam menjamin memajukan SDM kita ini,” terangnya.

Ketiga, implementasi link and match lembaga pelatihan vokasi dengan industri. Hal ini dilakukan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah terus didorong untuk melakukan Forum Komunikasi Industri dengan industri setempat. Sehingga kurikulum dan pelaksanaan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri setempat.

“Oleh karena itu kita mendorong setiap daerah ada forum komunikasi industri untuk mendiskusikan kebutuhan tenaga kerjanya hingga kebutuhan kualifikasinya. Disitu kita acu. Dari skema pelatihannya, 70 persen di LPK, 30 persen di industri,” kata Khairul.

Keempat, penguatan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) melalui akreditasi, dan terakhir meningkatkan daya SDM dengan sertifikasi profesi.

“Sedangkan bagaimana kita mencapai target secara kuantitas, kita lakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah program pemagangan di industri yang maksimum,” pungkasnya.

Lihat Berita Yang Lain

Peluang Kerja di Bidang Teknik Pengelasan Masih Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri

25 Agustus 2017 0

Kerjasama antara pemerintah dengan dunia industri dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri.  Termasuk industri-indutri  terkait teknis pengelasan yang [...]

Hadapi Persaingan Pasar Kerja, Menaker Ajak Mahasiswa Bangun Karakter Pekerja Keras

22 Agustus 2017 0

Kata Hanif, untuk mencapai kesuksesan, bakat hanya berkontribusi sebesar 1 persen, sisanya kerja keras. Oleh karena itu, selama menjadi mahasiswa harus berusaha membiasakan bersikap keras (disiplin) [...]

SEA GAMES XXIX/2017 Resmi dimulai, Menpora: Perjuangan Untuk Mewujudkan Tantangan Presiden

19 Agustus 2017 0

Hari ini, SEA Games ke-29, Kuala Lumpur, secara resmi dimulai. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dijadwalkan akan datang pada acara pembukaan pesta olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara [...]