Kamis, 01 Desember 2016 18:31 WIB 0 Komentar 164 Dilihat
5 Langkah Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi Dengan Kebutuhan Industri

5 Langkah Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi Dengan Kebutuhan Industri

Jakarta – Kesesuaian antara pendidikan dan pelatihan vokasi dengan perkembangan dunia industri sangat penting untuk mendorong pertumbuhan produktivitas nasional. Dengan adanya keseuaian tersebut, output dari lembaga pendidikan dan pelatihan akan mampu memenuhi kebutuhan dunia industri akan tenaga kerja kompeten.

Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) bersama sejumlah kementerian/lembaga terus bekerjasama dan berkoordinasi untuk mewujudkan link and match antara output pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia industri tersebut.

“Oleh karena itulah saat ini kita sedang bersama-sama kementerian terkait, ini bagaimana pendidikan dan pelatihan vokasi benar-benar dilakukan secara konsisten,” ujar Dirjen Binalattas Kemnaker Khairul Anwar dalam acara RAPIMNAS Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Tahun 2016 di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Dalam rangka mensinkronkan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri, Khairul memaparkan 5 langkah yang dilakukan Kemnaker untuk mendorong tujuan tersebut.

Pertama, membangun sistem informasi pasar kerja. Sistem yang dibangun secara online ditujukan untuk mensinkronkan data kebutuhan dunia industri akan tenaga kerja kompetitif dengan ketersediaan tenaga kerja.

“Ini beberapa tahun terakhir juga telah dibuatkan suatu regulasi yang mengatur wajib lapor kebutuhan tenaga kerja oleh perusahaan secara periodik,” ungkap Dirjen Khairul.

Kedua, standar kompetensi. Sebagai sebuah fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah terus mengoptimalkan penyususnan standar kompetensi dengan melibatkan dunia usaha dan industri.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Khairul mencontohkan penyusunan standar kompetensi di Jerman. Dimana The Association of German Chambers of Commerce and Industry (Deutscher Industrie- und Handelskammertag/DIHK) turut serta dalam penyusunan standar kompetensi, menetapkan kualifikasi, menjamin kredibilitas lembaga pelatihan, hingga sertifikasi di negara tersebut.

Oleh karenanya, saat ini pemerintah juga tengah membuat Komite Vokasi yang mana akan memerankan beberapa peran dan fungsi yang telah dilakukan oleh DIHK tersebut.

“Oleh karena itu, kedepan kita ingin secara bertahap dilakukan kordinasi yang baik, sehingga peranan KADIN semakin besar di dalam menjamin memajukan SDM kita ini,” terangnya.

Ketiga, implementasi link and match lembaga pelatihan vokasi dengan industri. Hal ini dilakukan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah terus didorong untuk melakukan Forum Komunikasi Industri dengan industri setempat. Sehingga kurikulum dan pelaksanaan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri setempat.

“Oleh karena itu kita mendorong setiap daerah ada forum komunikasi industri untuk mendiskusikan kebutuhan tenaga kerjanya hingga kebutuhan kualifikasinya. Disitu kita acu. Dari skema pelatihannya, 70 persen di LPK, 30 persen di industri,” kata Khairul.

Keempat, penguatan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) melalui akreditasi, dan terakhir meningkatkan daya SDM dengan sertifikasi profesi.

“Sedangkan bagaimana kita mencapai target secara kuantitas, kita lakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah program pemagangan di industri yang maksimum,” pungkasnya.

Lihat Berita Yang Lain

Perguruan Tinggi Harus Menyesuaikan Kurikulum dengan Perubahan Karakter Pekerjaan

25 Mei 2017 0

Jaman telah berubah dengan cepat. Perkembangan teknologi yang semakin masif bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi teknologi dapat memudahkan kehidupan manusia. Namun di sisi lain jika [...]

Di Era Persaingan, SDM Indonesia Harus Memiliki Karakter Kuat

18 Mei 2017 0

Keterampilan bukan lah satu-satunya bekal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa lain di era kompetisi saat lain. Di samping keterampilan, SDM Indonesia juga harus [...]

Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa

17 Mei 2017 0

Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang [...]