Selasa, 01 Maret 2016 15:08 WIB 0 Komentar 282 Dilihat
Tempati Kantor Baru, Barenbang Gelar Pembekalan Mental Spiritual Staf

Tempati Kantor Baru, Barenbang Gelar Pembekalan Mental Spiritual Staf

Dalam rangka mensyukuri bersatunya kembali semua staf Barenbang di lantai 3 gedung A dan B, setelah sekian lama terpencar karena terbatasnya tempat, diisi dengan silaturahim dan pembekalan mental spiritual staf Barenbang. Pertemuan pertama semua staf Barenbang yang berjumlah sekitar 180an staf ini digelar pertama kali sejak pindah ke Gedung Kemnaker Gatot Subroto sejak kementerian tenaga Kerja dan transmigrasi ini dipecah nomenklaturnya dengan memisahkan transmigrasi ke Kementerian Desa.

"Ini adalah pertemuan pertama sejak kita semua pindah ke Kemnaker. Sebab sebelumnya kantor Barenbang yang dulu bernama Balitfo ini di kantor transmigrasi Kalibata, kantor yang sekarang ini dipakai pak menteri desa. Makanya, kami bersyukur dengan bersatunya kami kembali setelah sebelumnya terpisah-pisah karena tidak ada tempat," terang Kabarenbang Sugiarto SUmas dalam sambutan acara 'Syukuran dan Pembinaan Mental Spiritual Staf Barenbang' di kantor Tripartit Gedung Kemnaker, Selasa (1/3/2016).

Dalam event dan moment yang jarang terjadi ini, Kabarenbang minta kepada semua staf untuk saling mengenal lebih dekat dan menjaga kekeluargaan dan kerjasama yang produktif. Hal ini sangat penting karena tantangan kementerian ketenagakerjaan ke depan semakin kompleks dan dinamis. apalagi dengan sudah berlakunya era MEA yang menjadi tanggungjawab kementerian ini dan semua pihak untuk menyiapkan tenaga-tenaga profesional dan kompeten agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.

"Saya mohon dengan rumah baru dan tempat baru yang menyatu, kita mambangun mimpi dan semnagat baru untuk bekerja lebih nyata dan kongkrit bagi rakyat Indonesia, khususnya angkatan kerja kita. Apalagi tugas utama Barenbang kan merencanakan sistem ketenagakerjaan yang akurat dan sustainable selain penelitian dan pengembangan isu-isu ketenagakerjaan yang butuh direspon cepat dengan kebijakan," terangnya.

Doktor lulusan IPB ini berharap semua staf bisa memaknahi acara pembekalan mental spiritual ini sebagai pintu masuk untuk membuka hati dan pikiran agar Barenbang ke depan lebih baik dan lebih produktif. Sebab, lanjut dia, ilmu tanpa moral adalah buta dan moral atau agama tanpa ilmu itu menjadi tuli, sambil mengutip pepatah lama soal pentingnya kita merangkai kegiatan kita selalu bertautan antara urusan duniawi dan ukhrawi.

"Saya pernah membaca, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, 'sebaik-baiknya manusia diantara kalian adalah orang yang paling bermanfaat diantara sesamanya'. Dari hadits ini, kita ingin semua staf di Barenbang bisa memegang prinsip dan peran yang disabdakan rasulullah tersebut, bagaimana kita benar-benar bisa bermanfaat untuk saudara kita, khususnya para pekerja yang membutuhkan pekerjaan," tegasnya.

Sementara itu, ustadz Muhammad Nur Hayid yang mengisi acara pembekalan mental dan spiritual staf Barenbang mengajak semua pihak untuk selalu mendahulukan hati yang tulus dan ikhlas yang ditandai dengan senyum dalam setiap memulai pekerjaan. Sebab, dengan cara itulah, produktivitas kerja akan bisa dirasakan dan dinikmati. karena setiap tugas yang dibebankan akan terasa ringan dan tidak menjadi beban karena keihlasan menjadi basis kita untuk menjalanainya.

"Oleh karena itu, ayo kita senyum dulu sebelum kita memulai pekerjaan dan saat kita memulai aktivitas dari sejak bangun tidur. Karena dalam senyum itu ada sejuta miracle yang kita tak bisa sebutkan satu persatu. Dengan senyum saparuh persoalan hidup kita sudah teratasi, dan dengan senyum yang tulus itu pula persaudaraan dan kebersamaan akan tercipta dengan sendirinya. Senyum ini adalah modal dasar dan modal utama kita untuk membangun teamwork yang kuat dan solid," terang Ustadz Hayid.

Selain itu, Ustad Hayid juga menguraikan soal perlunya kepemimpinan yang kuat dalam sebuah organisasi guna mencapai tujuan yang dibangun dan disepakati bersama. Sebab, tanpa leadership yang kuat, tidak mungkin tujuan mulia untuk bermanfaat kepada sesama bisa tercapai. oleh karena itu. ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi oleh seorang yang ingin membangun tim yang kuat dan solid, yaitu kemampuan berkomunikasi yang baik, kemampuan membagi tugas dan peran yang sesuai dnegan skill anggota dan kemampuan untuk memahami masalah secara holistik dan mau bekerja.

"Kalau dalam bahasa rasulullah, seorang pemimpin itu harus punya 4 hal agar kepemimpinananya bisa sukses dan membawa berkah dan rahmat serta manfaat bagi yang dipimpinmya serta umat manusia secara keseluruhan. Empat hal itu adalah siddik, artinya jujur, amanah artinya bertanggungjawab, tabligh, artinya mampu berkomunikasi dengan baik dan fathonah memiliki kemampuan dan kecerdasan intelektual dan emosional yang memadai. Dengan bekala itulah, pembangunan tim yang kuat dan solid akan dengan mudah bisa kita lakukan, insyallah," pungaks dia.

Lihat Berita Yang Lain

Gelar Rakor, Barenbang Siapkan Money Follow Program

16 Maret 2016 0

Dalam rangka menyiapkan anggaran yang mengikuti program-program prioritas pemerintah pusat atau Money Follow Program, Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Brenbang) Kementerian [...]

Strategi 3 in 1 Kemnaker untuk Tingkatkan Daya Siang Tenaga Kerja

16 Maret 2016 1

Medan – Indonesia masih dihadapkan pada persoalan jenjang pendidikan angkatan kerja Indonesia yang masih rendah. Lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia didominasi oleh lulusan [...]

Barenbang Rampungkan Alur Kerja PTSA

16 Maret 2016 0

PTSA juga akan menerapkan batas waktu pengambilan tugas (task) atau Service Level Agreement (SLA) dari posisi bawah ke poisi atasnya. Sehingga akan tercipta pelayanan yang cepat. Dari P1 ke P2 [...]