Rabu, 16 Maret 2016 13:39 WIB 0 Komentar 327 Dilihat
Barenbang Rampungkan Alur Kerja PTSA

Barenbang Rampungkan Alur Kerja PTSA

Jakarta – Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) telah menyelesaikan alur kerja Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker. Dengan adanya PTSA tersebut, pelayanan seputar ketenagakerjaan diharapkan akan lebih efektif dan efisien.

“Sudah rampung dan siap diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan dalam waktu dekat,” ungkap Kepala Barenbang Kemnaker, Sugiarto Sumas dalam rapat eselon I Kemnaker di Ruang Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemnaker, Kamis (3/3/2016).

Alur kerja PTSA yang disiapkan oleh Barenbang tersebut terdiri dari 3 tingkatan. Posisi pertama diistilahkan dengan Posisi 0 (P0) berfungsi sebagai tempat pelayanan pelanggan (Customer Service/CS) sebagai petugas layanan terdepan (Front Office/FO) Kemnaker. Kemudian Posisi 1(P1) sebagai tempat penerima tugas lingkup eselon 1 Kemnaker. Terakhir Posisi 3 (P3) sebagai tempat penerima tugas lingkup eselon 2 dibawah eselon 1 Kemnaker yang bersangkutan.

PTSA akan dimotori oleh 56 personil yang terbagi atas 9 personil di Posisi 0 (P0), 14 personil di Posisi 1 (P1), dan 33 personil pada Posisi 2 (P2). Dalam pelaksanaannya, P0, P1, dan P2 akan terhubungan melalui intranet dan bersifat transaksi waktu nyata (real time).

“Sehingga terdapat komunikasi timbal balik antar posisi dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pelayanan terpadu,” ujarnya.

PTSA juga akan menerapkan batas waktu pengambilan tugas (task) atau Service Level Agreement (SLA) dari posisi bawah ke poisi atasnya. Sehingga akan tercipta pelayanan yang cepat. Dari P1 ke P2 akan ditargetkan paling lambat 30 menit.

“Jika batas pengambilan tugas atau SLA melebihi waktu yang ditetapkan, maka akan ada tanda peringatan yang terkirim lewat internet (email) atau SMS kepada masing-masing supervisinya untuk tindak lanjut,” terangnya.

SLA merupakan durasi pengambilan permintaan, bukan durasi untuk menyelesaikan pelayanan permintaan. Adapun batasan waktu pelayanan ditentukan sendiri oleh P2 yang tergantung di SOP masing-masing direktorat, pusat, biro, maupun balai besar.

“Sebagai Contoh, Pusat Data dan Informsi Ketenagakerjaan Barenbang sudah menyusun SOP yang memberikan komitmen pelayanan data dan informasi kepada pelanggan maksimum 3 hari kerja,” paparnya.

Ia berkomitmen, SOP untuk pelayanan bahan penyusunan RTK Mikro, RTKD.RTKN kepada pelangan oleh Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan Barenbang maksimum 3 hari kerja. Durasi waktu tersebut merupakan salah satu contoh indikator untuk kerja kunci (Key Performance Indicator/KPI) dari unit kerja eselon 2 yang bersangkutan.

“Supaya KPI semakin baik dari waktu ke waktu, maka dituntut pula pengembangan inovasi oleh setiap unit kerja eselon 2 secara berkelanjutan, antara lain dengan pengembangan aplikasi SOP masing-masing yang terintegrasi dengan alur kerja PTSA dari Barenbang,” ungkapnya.